by

DPC GMNI Bangka, Ajak Kader Memperjuangkan Marhaen Dan Ajaran Bung Karno

 

Belitung, Mengusung tema “Menggagas Pemimpin Yang Berjiwa Pancasila di Negeri Serumpun Sebalai” . Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) se-Bangka Belitung resmi dilantik Pelantikan GMNI pada Kamis (12/01/2023).

Pelantikan dan pembacaan Ikrar Prasetya Korps Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang dipimpin oleh Seketaris Bidang Organisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, A.Ersandy Santoso secara online via zoom meeting.

Pelantikan DPC GMNI Bangka yang dilakukan secara hybrid di Graha Timah dan via zoom meeting ini dihadiri lansung oleh Drs. Muhammad Soleh, MM selaku Asisten 1 Pj Gub Kepulauan Bangka Belitung, Supriyanto selaku Kasubid Sosbud Dit Intelkam Polda Kep Babel, Husin, S.Pd selaku Ketua DPD PA GmnI Bangka Belitung, Zulterry Apsupy SS,PA GMNI Babel,Walhi Babel,Pemuda Muhammadiyah Babel, GMKI Pangkalpinang, DPD IMM Babel, HMI DIPO Babel, HMI MPO Babel Raya,PC PMII Bangka, PC PMII Pangkalpinang, LPSK Babel, Hikmabudhi Babel dan Kader GMNI Bangka Belitung.

Disamping itu juga secara on-line di zoom meeting dihadiri oleh DPP GMNI, DPC PA Belitung, DPK Carateker UT Belitung, Ketua Umum DPC GMNI Bangka, Heri Alamsyah dalam sambutannya menyatakan, pelantikan ini adalah pelantikan definitif DPC GmnI Bangka yang sebelumnya DPC GmnI Bangka masih carateke.

GMNI sendiri sudah satu tahun hadir di Bangka Belitung terhitung dari deklarasi GMNI pada tahun 2021 dengan satu pengurus cabang definitif dan tujuh komisariat diantaranya tiga definitif dan empat carateker, serta jumlah total kader sejak satu tahun terakhir berjumlah 300 orang yang tersebar di kampus di Bangka Belitung.

“Kader GMNI menjadi garda terdepan dalam memperjuagkan hak-hak kaum marhaen, kaum marhaen bukan hanya seorang petani saja lebih dari itu setiap masyarakat yang memiliki alat produksi dan memiliki lahan produksi tetapi masih tidak sejahtera dalam hidupnya maka mereka adalah marhaen dan harus diperjuangkan hak-haknya oleh kaum marhaenis, “Ujar Alam.

Alam juga mengajak pengurus dan kader GMNI untuk mewarisi ajaran-ajaran dari Bung Karno, seperti marhaenisme “Sosialisme Indonesia” trisila bung karno seperti sosio nasionalisme, sosio demokrasi dan ketuhanan yang maha esa, kemudian trisakti bung karno untuk mengilhami makna kedaulatan dalam bidang politik, berdikari dibidang ekonomi,dan berkpribadian berbudaya dan ajaran-ajaran lainnya.

Selain pelantikan pengurus cabang dan komisariat, agenda lain juga dirangkaikan, yakni Diskusi Publik dengan tajuk “Pemilu 2024 ditengah Kapitalisme-Neo-liberalis Bagi Kaum Marhaen di Indonesia dengan pemateri Husin, S.Pd dan Zulterry Apsupy SS, yang dimoderatori oleh Bung Ricky Kuswanda.

Dalam uraian materinya Zulterry mengatakan, bahwa untuk memahami kaitan situasi ekonomi-politik hari ini, kaum marhaen muda Babel juga harus melihat kembali Pembukaan UUD 1945, dimana makna kemerdekaan dan pembebasan kaum marhaen dari kungkungan penjajahan termaktub jelas di dalamnya.

“Maka, kaum marhaen Babel harus menjiwai itu, dan diselaraskan dengan praktik keseharian di tengah-tengah rakyat, “lanjutnya.

Ditegaskan pula oleh Bung Husin, Ajaran marhaenisme adalah sejalan dengan kepentingan kaum marhaen. Pada hubungannya dengan Pemilu 2024, pemuda marhaen artinya harus mampu mengartikulasikan kebutuhan kaum marhaen, dan disalurkan melalui medium Pemilu.

“Tapi daripada menunggu 2024, saya meminta kepada pengurus yang baru ini untuk memperluas cakupan organisasi kita. Lakukan kaderisasi dan ideologisasi supaya kuat. Lalu terjun ke bawah untuk memahami kondisi macam apa yang hari ini diderita oleh kaum marhaen Babel, “pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed