by

Pekerja Pokmas Dak SMAN 2 Tanjungpandan Diduga Tak Patuhi Aturan K3

 

Belitung, penababel.com – Beberapa kegiatan Proyek Dinas Pendidikan Pemerintahan Provinsi Kabupaten Belitung SMA Negeri 2 Tanjungpandan, yang dikerjakan Oleh Pokmas Dak diduga tak patuhi aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Disamping itu, tujuan K3 tidak hanya untuk memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja agar terjamin keselamatannya, tetapi juga untuk mengendalikan resiko terhadap peralatan, aset, dan sumber produksi sehingga dapat digunakan secara aman dan efisien agar terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Salah satu pekerja mengatakan, “selama ini memang ada beberapa K3 yang di berikan pihak kontraktor seperti Helm, Sepatu, dan Rompi, namun tak pernah di gunakan karena gerah dan tidak terbiasa. “Terangnya, (25 Nov 22).

Permenakertrans RI NOMOR PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja/buruh di tempat kerja dan wajib diberikan secara cuma-cuma alias gratis, seperti, pelindung kepala, pelindung mata dan muka, pelindung telinga, pelindung pernapasan beserta perlengkapannya, pelindung tangan, pelindung kaki, pakaian pelindung, alat pelindung jatuh perorangan, pelampung.

Menurut pantauan awak Media Proyek Anggaran Dak Fisik Bidang Pendidikan Menengah Atas Tahun 2022, yang waktu pelaksanaan 150 Hari Kalender, terlihat adanya pekerja yang memang tak menggunakan perlengkapan K3 dimana Alat Pelindung Diri disingkat APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.

Hingga berita ini di turunkan belum ada tanggapan kontraktor (Pemborong).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed