by

Puluhan Wartawan Belitung Gelar Aksi Damai, Minta Polisi Usut Tuntas Intimidasi Terhadap Wartawan

-News-34 views

PENABABEL.COM – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) dan PWI Belitung menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Satam, Tanjungpandan, Sabtu (5/3/2022).

Aksi damai ini sebagai bentuk dukungan dan solidaritas atas dugaan penganiayaan dan intimidasi yang dialami wartawan Tabloid Belitong Bertuah, Arya pada Kamis, (3/2/2022) lalu.

Saat itu Arya sedang melakukan peliputan dan membuat berita terkait penindakan aktivitas tambang ilegal oleh Tim Gabungan dari Gakkum KLHK, Mabespolri, dan Puspom TNI di Daerah Aliran Sungai Manggar, Desa Sukamandi, Damar, Belitung Timur, Selasa (1/3/2022) lalu.

Saat ini kasus dugaan penganiayaan dan intimidasi tersebut sedang dalam penyelidikan Satreskrim Polres Belitung Timur.

Selain menggelar aksi damai, puluhan wartawan dari berbagai media ini juga menggelar orasi dan membawa spanduk dengan berbagai macam tulisan antara lain

“Save Ari, Wartawan Bukan Musuh, Wartawan mencari berita bukan mencari masalah, stop kekerasan terhadap wartawan, serta berbagai macam tulisan lainnya,”.

Dalam orasinya, Ketua PWI Belitung MC Tedja Pramana mendesak pihak Polres Belitung Belitung Timur agar mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan dan intimidasi yang Arya alami.

Sehingga, kejadian seperti apa yang Arya alami kedepannya tidak terjadi lagi kepada wartawan lainnya.

“Tentu kami merasa sakit hati karena profesi kami sebagai jurnalis atau wartawan merasa di injak-injak. Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini sampai ke pengadilan,” kata MC Tedja Pramana.

Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Belitung Fitriyadi mengatakan, aksi damai ini merupakan bentuk empati kepada sesama wartawan.

Ia menilai, apa yang dialami Arya merupakan perbuatan seseorang yang merasa tidak senang atas pemberitaan yang wartawan buat terkait penindakan aktivitas tambang ilegal oleh Tim Gabungan Gakkum KLHK, Mabespolri, dan Puspom TNI beberapa waktu lalu.

Namun, cara penyampaian dari seseorang yang telah dilaporkan oleh Arya saat ini salah. Sehingga membuat konflik dan secara tidak langsung mencederai profesi jurnalis.

“Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan intimidasi yang saudara Arya alami. Sehingga kedepannya hal seperti ini tidak terulang lagi kepada wartawan,” kata Piping sapaan akrab Fitriyadi.

Lebih lanjut, selama aksi damai berlangsung mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Resort Belitung.

Diakhir kegiatan, puluhan wartawan melaksanakan teatrikal dan pelepasan kartu pers, serta pembacaan tuntutan yang pada intinya meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed